
Perkembangan lalu lintas kapal di Propinsi Bengkulu yang banyak mengakibatkan semakin ramainya kegiatan/ aktifitas bongkar muat penumpang/ barang di Pelabuhan Enggano. Dengan demikian Bandara dan Pelabuhan Enggano adalah merupakan salah satu Point Off Entry tempat keluar masuknya Penyakit Menular Potensial Wabah. Selain itu juga munculnya berbagai penyakit baru (New Emerging Disease) serta kecenderungan meningkatnya kembali beberapa penyakit yang selama ini sudah berhasil dikendalikan (Re-Emerging Disease).

Wilker Enggano merupakan wilayah kerja (wilker) dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Bengkulu berada di Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara merupakan wilayah kepulauan di samudera Hindia. Dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat di Enggano sangat tergantung pasokan yang berasal dari Kota Bengkulu. Adapun alat transportasi yang menghubungkan Kecamatan Enggano dengan Kota Bengkulu adalah pesawat dan kapal.
Saat ini Pelabuhan yang ada di Enggano adalah Pelabuhan Malakoni dan Pelabuhan Kahayapu. Kedua pelabuhan tersebut melayani penyeberangan orang menggunakan kapal dengan rute Pulau enggano – Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu dengan jumlah rute penyeberangan 4 kali dalam seminggu. Sementara untuk layanan penerbangan dari Bengkulu ke Enggano, jumlah penerbangannya adalah 2 kali dalam seminggu.

Pelabuhan sebagai pintu masuk jalur perdagangan baik nasional dan internasional melalui jalur laut. Pelabuhan merupakan tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat Kapal bersandar, naik turun penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh Kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi.
Namun dengan semakin meningkatnya mobilitas penduduk dan meningkatkan kegiatan ekonomi di wilayah pelabuhan, maka akan semakin meningkatnya risiko penularan penyakit potensial wabah yang mungkin berasal dari penumpang, alat angkut dan barang, maka upaya kekarantinaan di pelabuhan harus terus ditingkatkan.
Meskipun kapal dan pesawat yang ke Enggano hanya yang berasal dari Kota Bengkulu, Pelabuhan dan Bandara di Eenggano tetap memiliki kewajiban untuk menyiapkan dan memfasilitasi serta melakukan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat dunia dengan berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Bengkulu sebagai UPT yang memiliki tupoksi cegah tangkal penyakit di pintu masuk negara dan lintas sektor terkait jikalau terjadi KKM di Provinsi Bengkulu.
